
Pengaruh Pertumbuhan Sektor Industri Terhadap Pertumbuhan Permintaan Listrik
Krisis listrik yang sedang terjadi di Indonesia disebabkan oleh meningkatnya pertumbuhan konsumsi listrik yang tidak diikuti dengan pertumbuhan produksi listrik. Meningkatnya pertumbuhan yang tidak seimbang ini disebabkan oleh permintaan listrik sektor industri yang terus meningkat akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan karena sejak meningkatnya harga minyak dunia membuat sektor industri yang asalnya menggunakan listrik captive beralih menggunakan listrik PLN. Kapasitas Pembangkit PLN yang kurang dan sudah tua tidak dapat memproduksi listrik seperti yang diminta oleh sektor industri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan listrik sektor industri di Indonesia akibat dari peningkatan PDB sektor industri, harga listrik dan jumlah pelanggan sektor industri. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui seberapa besar permintaan listrik yang akan terjadi dari periode 2008-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan bentuk time series dari tahun 1975-2006. Data listrik diperoleh dari statistik energi yang dikeluarkan oleh BPS, ESDM dan PLN. Sedangkan data PDB sektor industri diperoleh dari buku statistik ekonomi yang dikeluarkan oleh BPS. Model yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah regresi log linear menggunakan metode OLS untuk mengetahui perubahan permintaan listrik dalam jangka panjang, dan menggunakan Error Corection Mechanisms untuk mengetahui pengaruh permintaan dari beberapa variabel independen terhadap variabel dependen dalam jangka pendek.
Hasil dari analisis menunjukan bahwa permintaan listrik di Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh PDB sektor industri, harga listrik dan pelanggan sektor industri. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa elastisitas permintaan listrik terhadap PDB sektor industri sangat elastis pada jangka panjang. Hasil proyeksi diperoleh permintaan listrik sektor industri pada tahun 2020 adalah sebesar 72.807 GWh.
Kata kunci :
Listrik, industri, elastisitas
(teh iis neh .ahli ekonomi energi maklum aje bekerja di bapeten, kok ndak neliti nuklir yach :)
bagus nih....
BalasHapus