Disparitas Pendapatan Regional, Konvergensi dan Sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah.
Tesis ini membahas disparitas pendapatan regional di Jawa Tengah, Konvergensi dan Sumber-Sumber Pertumbuhan. Untuk mengetahui tingkat disparitas pendapatan antar daerah digunakan index Theil, sedangkan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi disparitas pendapatan dan konvergensi digunakan regresi dengan data panel. Model yang digunakan selain mampu menunjukkan konvergensi, juga mampu memverifikasi sumber-sumber pertumbuhan pendapatan. Disparitas pendapatan di Jawa Tengah, baik tanpa migas maupun dengan migas, yang dihitung menurut pembagian wilayah ex karesidenan menunjukkan bahwa disparitas yang terjadi sifatnya rendah, namun dengan kecenderungan meningkat. Disparitas pendapatan tersebut lebih disebabkan oleh dsparitas pendapatan antar kabupaten/kota dalam wilayah (within region) daripada disparitas antar wilayah (between region). Apabila dihitung menurut kelompok (group) daerah berdasarkan sektor ekonomi dominan, menunjukkan bahwa besarnya disparitas pendapatan dalam group (within group) hampir sama dengan besarnya disparitas pendapatan antar group (between group), dan disparitas pendapatan antar kabupaten/kota yang paling besar terjadi pada kelompok daerah yang perekonomiannya didominasi sektor tersier. Variabel-variabel yang mempengaruhi peningkatan disparitas pendapatan antar daerah dalam wilayah (tanpa migas) adalah konsumsi listrik, dan variabel-variabel yang mempengaruhi penurunan disparitas pendapatan adalah jumlah kredit perbankan dan share industri, sedangkan variabel-variabel yang mempengaruhi peningkatan disparitas pendapatan (dengan migas) adalah jumlah penduduk, infrastruktur jalan dan konsumsi listrik, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan disparitas pendapatan adalah human capital, belanja pembangunan, dan share industri.Hasil estimasi dengan random effect menunjukan bahwa tidak terjadi konvergensi dalam pendapatan perkapita (tanpa migas), meskipun koefesien dari pendapatan awal bertanda negatip namun tidak signifikan menjelaskan terjadinya konvergensi. Sedangkan estimasi dengan fixed effect yang mempertimbangkan kharakteristik di masing-masing daerah, menunjukkan terjadinyanya konvergensi pendapatan (dengan migas), sehingga dapat dikatakan bahwa daerah-daerah yang pada awalnya memiliki pendapatan rendah, mampu tumbuh lebih cepat dibandingkan daerah-daerah yang pada awalnya memiliki pendapatan tinggi. Dengan memasukan variabel share industri, sebagai proxy dari variabel teknologi, dan diestimasi dengan random effect, menunjukkkan terjadinya konvergensi pendapatan perkapita dengan kecepatan konvergensi sebesar 1,34% per tahun (non migas) dan 1,44% (migas), sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menutup setengah dari gap pendapatan awal dengan pendapatan pada saat steady state (a half life in year) adalah 52 tahun (tanpa migas) dan 48 tahun (dengan migas). Variabel-variabel yang berpengaruh positip terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah adalah konsumsi listrik perkapita, sedangkan variabel-variabel yang berpengaruh negatip terhadap pertumbuhan ekonomi adalah inflasi dan pertumbuhan penduduk. Tesis ini menyarankan, untuk mengurangi disparitas pendapatan antar daerah, maka daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah harus fokus pada pengembangan kegiatan-kegiatan produktiv, dengan memprioritaskan sektor industri yang mengolah potensi lokal, sehingga memiliki dampak yang luas bagi perekonomian daerah. Kebijakan tersebut di atas harus dibarengi dengan kebijakan peningkatan alokasi anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan, dan investasi di dalam bidang-bidang yang meningkatkan kualitas SDM, melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan. Daerah harus menyusun perencanaan pembangunan yang baik, berdasarkan kebutuhan dan prioritas daerah, sehingga menghindari pemborosan anggaran yang justru akan kontraproduktiv terhadap perekonomian daerah..
Kata Kunci :
Disparitas, konvergensi, pertumbuhan
Master Ekonomi yang cumlaude neh, sekarang jadi ekonomi di wonogiri ! Sepplah


